Global24cyber.click, KOTA JAMBI – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja khusus ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher di Kota Jambi. Kunjungan ini dilaksanakan secara langsung untuk meninjau kesiapan serta kualitas layanan kesehatan yang diberikan, dengan fokus utama memastikan lima sektor layanan unggulan—yakni layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi (disingkat KJSU), serta kesehatan ibu dan anak (KIA)—benar-benar menjadi prioritas utama pengembangan dan dukungan.
Setelah mendampingi seluruh rangkaian peninjauan yang dilakukan Wakil Presiden di lokasi pada hari Kamis, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD Raden Mattaher, dr. Iwan Hendrawan, menyampaikan harapan besar pihaknya agar pemerintah pusat segera memberikan dukungan nyata berupa penugasan tenaga dokter spesialis ahli serta penyediaan alat pemeriksaan kesehatan berteknologi terbaru yang belum tersedia secara lengkap di rumah sakit ini.
“Kami masih memiliki kekurangan di beberapa posisi dokter spesialis yang sangat dibutuhkan untuk mendukung layanan unggulan kami. Oleh karena itu, kami memohon bantuan melalui skema penugasan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu, sistem rekam medis elektronik yang kami gunakan saat ini masih berbasis versi lama yang dirilis pada tahun 2014, sehingga kami juga mengusulkan agar pembaruan sistem ini dapat dipercepat, khususnya untuk menunjang kelancaran pelayanan pada layanan KJSU,” jelas Iwan di hadapan awak media di Kota Jambi, Kamis.
Lebih lanjut diungkapkan, saat ini jajaran manajemen RSUD Raden Mattaher sedang berupaya maksimal untuk mematangkan penyelenggaraan layanan unggulan terpadu KJSU-KIA. Namun, untuk mewujudkan rencana strategis tersebut agar dapat berjalan optimal dan segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Jambi maupun daerah sekitarnya yang menjadikan rumah sakit ini sebagai pusat rujukan, dukungan serta dorongan dari pemerintah pusat menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditunda.
Merespons berbagai kebutuhan yang disampaikan pihak rumah sakit, Wakil Presiden Gibran secara prinsip menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat untuk membantu pemenuhan kebutuhan yang diperlukan RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Provinsi Jambi. Salah satu fokus utama yang akan didukung adalah pengembangan terpadu Unit Gawat Darurat (IGD), yang ditujukan untuk memangkas waktu tunggu serta mempercepat penanganan bagi pasien yang dirujuk dari kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Jambi.
Dalam rencana pengembangan tersebut, kawasan IGD nantinya akan dirancang menjadi satu kesatuan pelayanan lengkap yang menampung layanan persalinan darurat, ruang operasi darurat, Unit Perawatan Intensif (ICU), Unit Perawatan Intensif Anak (PICU), hingga kamar operasi terpadu. Dengan konsep pengelompokan seluruh layanan kritis dalam satu kawasan yang terintegrasi, diharapkan pasien tidak perlu lagi berpindah tempat jauh atau mengantre berjam-jam, sehingga bisa mendapatkan penanganan medis yang tuntas dan cepat sebelum akhirnya dipindahkan ke bangsal perawatan umum dalam kondisi yang sudah stabil.
“Kami mencatat bahwa hampir sebagian besar keluhan yang disampaikan masyarakat maupun pasien selama ini berpusat pada pelayanan di IGD. Inilah yang akan menjadi fokus utama perbaikan kami, dan sudah masuk dalam usulan prioritas bagaimana sistem IGD ini dapat berjalan terintegrasi sempurna. Tujuannya satu: agar pasien tidak perlu menunggu lama saat berada di fase kritis,” tambah Iwan menegaskan.
Tidak berhenti pada pengembangan layanan dasar, Iwan juga memaparkan rencana jangka panjang RSUD Raden Mattaher. Jika ke depannya keluhan masyarakat terkait pelayanan di tingkat IGD dapat menurun secara signifikan dan standar pelayanan lainnya sudah terpenuhi sepenuhnya, pihak rumah sakit akan mengajukan permohonan peningkatan status akreditasi dari yang sebelumnya berstatus Rumah Sakit Utama menjadi Rumah Sakit Paripurna.
“Dengan tercapainya perubahan status tersebut, tentu kualitas layanan kesehatan yang kami berikan kepada masyarakat Jambi akan semakin optimal dan menyeluruh. Namun kami sadar, pencapaian ini tidak bisa berjalan sendirian, melainkan membutuhkan dukungan sinergis dari seluruh pihak—mulai dari ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan cukup jumlahnya, hingga kelengkapan alat kesehatan yang berstandar nasional maupun internasional,” ujar Iwan menutup pernyataannya.
“Bila kami sudah mampu memberikan pelayanan secara menyeluruh dan maksimal kepada masyarakat sesuai standar tertinggi, barulah kami akan mengajukan secara resmi peningkatan status rumah sakit dari Utama menjadi Paripurna,” pungkasnya.(Redaksi)
0 Komentar