Orang Tua SDIT Nurul Ilmi 2 Kecewa dengan Keputusan Wasit di AFKOT Championship V 2026


 
Global24cyber.click, Kota Jambi — Kamis, 20 Agustus 2026 menjadi hari yang seharusnya penuh kebanggaan dan semangat bagi seluruh keluarga besar SDIT NURUL ILMI 2. Pada hari tersebut, ajang bergengsi Kompetisi Futsal AFKOT CHAMPIONSHIP V 2026 digelar di GOR Kotabaru, Kota Jambi. Sejak pertandingan dimulai, antusiasme para pemain maupun para orang tua yang hadir sangat terasa. Semangat juang di lapangan dan dukungan tulus dari pinggir lapangan menyatu, menciptakan suasana yang hangat dan penuh harapan — harapan agar putra-putri kami dapat tampil maksimal, belajar berjuang, dan menikmati setiap momen pertandingan.
 
Namun, suasana yang penuh semangat itu perlahan berubah menjadi kekecewaan yang mendalam begitu peluit penanda berakhirnya laga ditiupkan oleh wasit. Hal ini terjadi pada babak 8 besar, di mana tim SDIT NURUL ILMI 2 harus menghadapi situasi yang menurut para orang tua murid terasa belum mendapatkan keadilan dalam proses pengambilan keputusan. Apabila hal-hal serupa terus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dikhawatirkan hal ini akan berdampak buruk terhadap pembentukan karakter, mentalitas, serta kesejahteraan batin dan psikologis para anak-anak yang turun bertanding. Mereka merasa adanya kesalahan maupun kekeliruan yang terjadi di lapangan justru dibiarkan begitu saja, tanpa disertai penjelasan yang jelas dan memuaskan baik dari pihak wasit maupun panitia penyelenggara pertandingan.
 
Para orang tua dengan tegas menyampaikan bahwa sesungguhnya kemenangan maupun kekalahan dalam pertandingan bukanlah hal yang menjadi persoalan utama bagi mereka. Yang justru menjadi keprihatinan mendalam adalah dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan mental dan psikologis anak-anak. Para anak-anak merasakan adanya ketidakwajaran maupun kekeliruan yang terjadi, namun hal tersebut tidak segera ditindaklanjuti, diluruskan, maupun diberikan penjelasan yang masuk akal dan terbuka dari panitia pelaksana maupun wasit yang bertugas.
 
Masalah yang menjadi titik utama kekhawatiran ini menyangkut sikap serta keputusan yang diambil saat pelaksanaan tendangan penalti penentu kemenangan. Dalam sesi adu penalti tersebut, tim SDIT NURUL ILMI 2 melaksanakan sebanyak 6 kali tendangan dan berhasil mencetak skor 3 gol, sedangkan tim lawan MIN Kota Jambi hanya melakukan sebanyak 5 kali tendangan dengan perolehan skor yang sama, yaitu 3 gol. Perbedaan jumlah tendangan ini menjadi salah satu poin utama yang menimbulkan tanda tanya besar di benak para orang tua maupun anak-anak yang bertanding. Bagaimana mungkin sebuah sesi adu penalti berakhir dengan jumlah percobaan yang tidak seimbang antara kedua tim? Hal ini terasa sangat tidak wajar dan bertentangan dengan prinsip keadilan yang seharusnya menjadi dasar setiap pertandingan olahraga.
 
Bahkan hingga beberapa hari telah berlalu sejak hari pertandingan tersebut, perasaan kecewa masih membekas kuat di hati para pemain, para pendukung setia tim SDIT NURUL ILMI 2, terlebih lagi di kalangan para orang tua yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Rasa ketidakpuasan ini bukan ditujukan untuk merendahkan pihak lain, melainkan lahir dari kekhawatiran mendalam atas perlindungan dan pembinaan jiwa anak-anak yang sedang berproses belajar olahraga. Kami ingin anak-anak kami belajar bahwa di atas segalanya, ada keadilan, kejujuran, dan sportivitas — nilai-nilai yang kami tanamkan setiap hari di rumah maupun di sekolah. Ketika mereka melihat hal tersebut tidak terwujud di lapangan tanpa penjelasan apa pun, tentu ini menjadi pelajaran yang sangat menyedihkan bagi mereka.
 
Sebagai informasi yang turut disampaikan, para pemain yang bertanding dengan inisial nama antara lain AR, MA, RD, dan AIS. Sementara dari kalangan orang tua yang menyampaikan aspirasi ini memiliki inisial E dan D, pelatih tim tercatat dengan inisial MR, dan dari pihak panitia penyelenggara terdapat inisial G yang menjadi bagian dari pelaksana kegiatan. Hingga saat ini, upaya konfirmasi dari pihak media juga belum membuahkan hasil
 — wartawan kami mencoba menghubungi pihak terkait melalui WhatsApp, namun hingga saat ini belum terdapat respon atau tanggapan yang masuk. Sikap diam ini tentu semakin memperdalam keresahan yang ada di kalangan kami.
 
Harapan yang tersampaikan dari seluruh pihak terkait hanyalah satu hal sederhana namun sangat bermakna: kiranya peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi yang jujur dan mendalam bagi seluruh pihak penyelenggara, agar hal serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Yang terpenting adalah menjaga dan merawat dengan baik kesehatan mental serta psikologis anak-anak, supaya mereka tetap tumbuh dengan semangat yang tinggi, kepercayaan diri yang kuat, dan kecintaan yang tak luntur terhadap cabang olahraga futsal yang begitu mereka minati dan banggakan. Semoga ke depannya, AFKOT Championship bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah yang benar-benar menjunjung tinggi keadilan dan membangun karakter generasi muda kita. 


Rilis; Redaksi 

Posting Komentar

0 Komentar