Global24cyber.click,Jambi, 11 Oktober 2026 – Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu turunnya hujan di wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Tim udara berhasil menyebarkan sekitar tiga ton garam ke formasi awan yang berpotensi menghasilkan hujan, setelah sebelumnya sempat terkendala keterbatasan jarak pandang.
Operasi penyemaian awan ini berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu siang, dengan fokus pada kawasan yang masih tercatat memiliki titik panas dan rawan kebakaran. Pelaksana Harian Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin, menyatakan operasi pada Jumat malam menyasar Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Merangin, serta kawasan perbatasan Kabupaten Muaro Jambi. Sementara pada Sabtu, penugasan kembali difokuskan ke kawasan taman nasional dan wilayah Tanjung Jabung Barat yang masih tercatat memiliki titik api aktif.
"Untuk hari ini, sasarannya di wilayah taman nasional yang masih ada titik api, kemudian ke Tanjung Jabung Barat," ujar Nyamin pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Brigjen Nyamin menjelaskan bahwa potensi awan yang dapat dimanfaatkan untuk operasi ini sebagian besar berada di kawasan pesisir yang berdekatan dengan kawasan konservasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan intensitas curah hujan, mengingat hujan yang sempat turun dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya mampu memadamkan kebakaran secara menyeluruh — terutama pada kawasan lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
"Memang sudah terjadi hujan, namun intensitas yang masih tergolong sedang belum cukup untuk memadamkan api secara total. Melalui operasi modifikasi cuaca ini, kita berharap hujan yang turun dapat lebih lebat," tambahnya.
Hingga saat ini, sejumlah titik api masih menjadi fokus utama penanganan, antara lain kawasan perbatasan Taman Nasional Sembilang dan Taman Nasional Berbak, wilayah Rantau Rasau, Taman Hutan Raya Rangkayo Hitam, serta Kecamatan Sungai Gelam.
Berdasarkan data Satgas Karhutla Provinsi Jambi, total luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Oktober 2026 tercatat mencapai 8.284 hektare. Penanganan kebakaran terus dilakukan melalui kombinasi pemadaman langsung di lokasi, pemantauan wilayah rawan, serta dukungan operasi modifikasi cuaca, dengan tujuan menekan luasan kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat.
Satgas menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca merupakan langkah pendukung, dan upaya pemadaman langsung di lapangan tetap menjadi prioritas utama untuk memadamkan api secara permanen.
Reporter; Rudi Wong
0 Komentar