HARAPAN BERAKHIR KECEWA


 Global24Cyber.Click -- *Jambi, 12 April 2026* – Kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Jambi, dan Walikota Jambi ke kawasan Danau Sipin pada akhir pekan ini berakhir dengan kekecewaan. Kehadiran tiga pejabat tinggi negara yang awalnya disambut antusias oleh masyarakat dan pegiat lingkungan, dinilai tidak membawa hasil sesuai harapan.


Danau Sipin yang menjadi ikon wisata sekaligus ruang publik kebanggaan warga Kota Jambi saat ini menghadapi persoalan serius: sedimentasi, penyempitan badan danau, alih fungsi lahan di sempadan, dan pencemaran akibat limbah domestik. Masyarakat berharap kunjungan ini menjadi titik balik bagi penyelamatan Danau Sipin melalui kebijakan tegas dan program pemulihan yang terukur.


Namun, setelah rangkaian acara seremonial dan peninjauan lapangan selesai, tidak ada komitmen tertulis maupun rencana aksi yang diumumkan ke publik. Dialog yang berlangsung juga dinilai tidak menyentuh akar masalah dan tidak melibatkan komunitas lokal secara substansial.


“Kami sudah menyiapkan data, keluhan, dan usulan. Kami kira akan ada keputusan penting untuk Danau Sipin. Tapi ternyata hanya datang, lihat-lihat, lalu pulang. Tidak ada yang bisa kami pegang sebagai jaminan perbaikan,” ungkap Bang Jhon, salah satu perwakilan warga.


Masyarakat menyoroti tiga hal yang menjadi sumber kekecewaan:


1. *Tidak Ada Roadmap Pemulihan*: Belum diumumkannya langkah konkret dan timeline yang jelas untuk normalisasi dan penataan kawasan Danau Sipin.

2. *Minim Pelibatan Publik*: Aspirasi komunitas, RT, dan pegiat lingkungan yang selama ini menjaga danau tidak mendapat ruang memadai dalam forum.

3. *Tumpang Tindih Kewenangan*: Tidak ada kejelasan pembagian peran antara Kementerian, Pemprov, dan Pemkot terkait siapa berbuat apa untuk Danau Sipin.


Padahal, kondisi Danau Sipin terus memburuk dari tahun ke tahun. Luas danau menyusut, ekosistem terganggu, dan potensinya sebagai ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata terancam hilang.


Masyarakat dan komunitas peduli lingkungan mendesak agar Pemerintah Pusat dan Daerah tidak menjadikan kunjungan kerja hanya sebagai agenda seremonial. Danau Sipin butuh penyelamatan nyata, bukan sekadar foto dan pemberitaan.


“Kalau tidak ada tindak lanjut, jangan salahkan masyarakat jika harapan berubah menjadi apatisme. Danau Sipin ini bukan milik pejabat, ini milik warga Jambi dan anak cucu kami,” tegas perwakilan komunitas.


*Narahubung:*  

Komunitas Peduli Danau Sipin  

CP: 0813-7772-1444


( Diki Indra P )

Posting Komentar

0 Komentar