MPLLBB TEGAS: RAPAT ANGKUTAN BATUBARA JAMBI HASILKAN KESEPAKATAN, PERUSAHAAN DIMINTA TAK LAGI ABAI DAN WAJIB BERKONTRIBUSI


Global24Cyber.Click - Jambi, 9 April 2026 — Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Penyatuan Persepsi Operasional Angkutan Batubara Provinsi Jambi yang digelar oleh Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB) berlangsung lancar dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Namun, forum ini sekaligus menjadi panggung kritik keras terhadap sejumlah perusahaan hauling batubara yang tidak hadir dan dinilai mengabaikan tanggung jawab kolektif.

Rapat ini menjadi momentum penting dalam merespons berbagai persoalan lapangan yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kemacetan berkepanjangan, kerusakan infrastruktur jalan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di jalur angkutan batubara.

Ketua MPLLBB, Susana Wati, menegaskan bahwa ketidakhadiran sejumlah perusahaan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan cerminan lemahnya kepedulian terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

“Ini bukan forum formalitas. Ini ruang untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. Ketidakhadiran mereka menunjukkan ketidakseriusan dalam membangun solusi bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa selama ini MPLLBB telah melakukan kerja nyata di lapangan, khususnya di jalur strategis dari Simpang Tanjung Pauh KM 32 hingga TUKS Talang Duku. Dalam praktiknya, MPLLBB tidak hanya mengawal kelancaran arus hauling, tetapi juga turun langsung dalam berbagai kondisi darurat.

Mulai dari penanganan awal kecelakaan lalu lintas, menindaklanjuti kejadian hingga ke keluarga korban sebagai bentuk kepedulian sosial, hingga membantu penyelesaian kendaraan mogok yang menjadi penyebab kemacetan panjang. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan dengan koordinasi aktif bersama aparat kepolisian untuk memastikan situasi tetap terkendali dan aman.

“Kami hadir di lapangan setiap hari. Saat terjadi kecelakaan, kami turun. Saat ada korban, kami dampingi. Saat jalan macet total karena kendaraan rusak, kami bantu selesaikan. Ini kerja nyata, bukan sekadar wacana,” ujar Susana Wati.

Dalam forum tersebut, MPLLBB juga secara tegas meminta adanya kontribusi nyata dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kegiatan hauling batubara. Kontribusi tersebut ditujukan untuk mendukung operasional relawan dan satuan tugas (satgas) di lapangan yang selama ini bekerja menjaga kelancaran dan keselamatan di jalur angkutan.

Menurut Susana Wati, keterlibatan perusahaan tidak boleh berhenti pada aktivitas bisnis semata, tetapi harus diiringi dengan tanggung jawab sosial yang konkret.

“Perusahaan harus ikut berkontribusi. Relawan dan satgas kami bekerja di lapangan dengan risiko tinggi. Sudah seharusnya ada dukungan nyata dari pihak yang secara langsung memanfaatkan jalur tersebut,” tegasnya.

Meski diwarnai kekecewaan, rapat tetap menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk penguatan disiplin operasional, peningkatan koordinasi lintas pihak, serta komitmen bersama untuk menciptakan sistem angkutan batubara yang lebih tertib, aman, dan terkendali.

MPLLBB memastikan akan terus mengawal implementasi hasil rapat serta mendorong transparansi dan akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat.

“Kalau masih ada yang abai, publik akan menilai. Siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya mengambil keuntungan tanpa kontribusi akan terlihat jelas,” tutup Susana Wati.

Rapat ini menjadi penegas bahwa pembenahan operasional angkutan batubara di Jambi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang menuntut komitmen, kehadiran, dan kontribusi nyata dari seluruh pihak.

(Diki Indra P)

Posting Komentar

0 Komentar